Kamis, 22 Desember 2016

nilai sebuah baju bekas









"Sama sama manusia, entah hitam putih tinggi pendek, namun yang membedakan nilainya adalah kesungguhannya dalam berusaha."--


Dia berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York, ia melewati kehidupannya dlm lingkungan miskin dan penuh diskriminasi.
Suatu hari ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya,
“Menurutmu, brp nilai pakaian ini?”

Ia menjawab, “Mungkin USD 1.”
“Bisakah dijual seharga USD 2?
Jika berhasil, berarti engkau telah membantu ayah dan ibumu."

“Saya akan mencobanya.”
Lalu dia membawa pakaian itu ke stasiun kereta bawah tanah dan menjual selama lebih dari enam jam, akhirnya ia berhasil menjual USD 2 dan berlari pulang.
Kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kpdnya,
“Coba engkau menjual seharga USD 20?”

"Bagaimana mungkin?
Pakaian ini paling hanya USD 2."

Ayahnya berkata, “Mengapa engkau tdk mencobanya dulu?”
Akhirnya, ia mendapatkan ide. Ia meminta bantuan sepupunya untuk menggambarkan seekor Donald Duck yang lucu dan seekor Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Ia lalu menjualnya di sekolah anak orang kaya, dan laku USD 25.
Ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya,
“Apakah engkau mampu menjualnya dgn harga USD 200?"

Kali ini ia menerima tanpa keraguan sedikit pun, kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farrah Fawcett berada di New York, sehabis konferensi pers, ia pun menerobos penjagaan pihak keamanan dan meminta Farrah Fawcett membubuhkan tanda tangan di pakaian bekasnya. Kemudian terjual USD 1500.
Malamnya, ayahnya bertanya, 
“Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian ini, apa yang engkau pahami?”

Ia menjawab “Selama kita mau berpikir pasti ada caranya.”
Ayahnya menggelengkan kepala,
“Engkau tdk salah!
Tapi bukan itu maksud ayah, ayah hanya ingin memberitahukanmu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya.
Apalagi kita sebagai manusia?
Mungkin kita berkulit gelap dan miskin, tapi apa bedanya?”

Sejak itu, ia belajar dengan lebih giat dan menjalani latihan lebih keras, dua puluh tahun kemudian, namanya terkenal di seluruh dunia.

so apa yang kita dapat dari cerita singkat di atas,banyak pelajaran beharga yang dapat kita ambil di atas.

THAKS,FOR YOU ALL


#from,nafisatdarul ulm banda aceh
#from my document

Read More

Selasa, 20 Desember 2016

membiasakan perilaku terpuji



Sahabat dunia islam, sebagai orang muslim kita harus membiasakan berperilaku terpuji, diantaranya yakni bagaimana kita harus selalu berhusnudzan terhadap siapapun serta bertaubat kepada Allah SWT.
Mengenai perilaku terpuji atau akhlak terpuji menurut  pendekatan etimologi, akhlak berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnnya “khuluqun” yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat, yang mana akhlak atau perilaku yang baik disini di contohkan seperti husnudzan, bertuturkata dan bertingkah laku yang baik, ada pula yang mengatakan bahwa akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang akhirnya berbuah suatu perbuatan.
Perilaku terpuji atau akhlak terpuji adalah segala tingkah laku yang terpuji, dapat disebut juga dengan akhlak yang utama, yakni akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat-sifat yang baik yang tertanam dalam jiwa seseorang tersebut. Sangat berbeda dengan akhlak yang buruk atau perilaku yang buruk yakni yang tercermin dari tutur kata, tingkah laku, dan sikap yang tidak baik.
Ada beberpa contoh Penerapan Perilaku Terpuji dalam kehidupan sehari – hari yaitu :
Pertama, Selalu bertutur kata yang santun dan menghindari perkataan yang menyakitkan orang lain
Dalam islam menjaga lisan amatlah penting seperti dalam hadis berikut:
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian,hendaklah iya bertutur kata yang baik atau lebih baik diam” (HR. Bhukhari dan Muslim)

Kedua, Selalu tersenyum untuk semua orang, Karena tersenyum termasuk sedekah dan dapat melembutkan hati seseorang
Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).
Ketiga, Tidak suka membuka aib orang lain dan selalu berusaha mendamaikan persengketaan
Membicaran aib orang lain atau yang di sebut Ghibah.
zaman sekarang bukan dianggap salah bahkan sudah menjadi tradisi dalam masyarakat kita. Padahal di balik perbuatan itu ada hukuman yang setimpal.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang
(Surah al-Hujurat(49):12).

Keempat, Mampu menghindari diri dari hasutan dan usaha untuk mengadu domba dan bermusuhan
Kelima, Bersikap ikhlas bila membantu orang yang membutuhkan
Keenam, Tidak membeda-bedakan pergaulan atas dasar status sosial atau kekayaan, akan tetapi bergaul dengan orang yang saleh dan bertakwa serta memiliki ilmu pengetahuan yang luas.

Ketujuh, Tidak suka berburuk sangka atau menuduh orang lain karena akan menimbulkan perasaan sakit hati. Akan tetapi apabila terjadi sebaliknya terhadap diri kita, maka maafkanlah dan do’akan agar mereka menyadari kesalahannya.
by:nafis darul ulum3d,@aneukrantotimue.blogspot.co.id

Read More

berkah hidup




Mencari Keberkahan Hidup



Sahabat dunia islam, Berkah ini sering kita jadikan tujuan hidup di samping mencari ridho Allah. Mencari Keberkahan hidup pada hakekatnya adalah mencari bahagia. Di pesantren atau di acara pengajian, kita diajarkan yang terpenting mencari berkah, bukan sekadar kepintarannya. Kalau sekadar pintar saja tetapi tidak berkah maka ilmu tersebut bisa menjadi malapetaka.
Orang tua kita juga memberi pesan agar dalam hidup, yang kita cari adalah berkah. Dan berkah ini tidak selalu berkorelasi dengan banyaknya harta yang kita miliki. Ada sebuah hadits yang sering dijadikan doa, terutama kepada pengantin yang seringkali dijadikan sebuah kutipan dalam undangan pernikahan.

Dalam kajian ilmu Nahwu kalimat “laka”, itu digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan atau menyenangkan. Kalau yang tidak enak, menggunakan kata “alaika”. Ternyata, bahasa laka dan alaika digunakan oleh Rasulullah dalam hadits tersebut supaya orang itu mendapat keberkahan baik dari hal yang enak maupun yang tidak enak. Semuanya ada nilai keberkahannya. Bagi sementara orang, keberkahan itu sesuatu yang enak secara fisik saja. Padahal bisa jadi, yang tidak enak itu lah yang sebenarnya menjadi berkah.
Misalnya, setelah menjadi seorang anggota DPR harus masuk penjara. Ini menunjukkan sesuatu yang tampaknya enak, berupa jabatan tinggi yang dihormati banyak orang, ternyata malah membawa bencana. Orang sakit juga bisa mendapat keberkahan karena dengan beristirahat, maka ia memiliki kesempatan untuk mengevaluasi dirinya, momen yang ia peroleh lantaran kesibukan dirinya. Ini menunjukkan bahwa antara yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, sama-sama mendapat peluang mendapat keberkahan.
Bertambahnya sesuatu juga belum tentu membawa kebaikan jika tidak mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang tambah umurnya belum tentu lebih berkah, orang yang tampak rezekinya juga belum tentu tambah berkah. Demikian pula, orang yang tambah ilmu juga belum tentu mendapatkan berkah jika ilmu tersebut hanya menjadi kebanggaan diri, bukan untuk diajarkan kepada orang lain atau untuk menambah keimanan kepada Allah.

Jadi ilmu tambah bukan berarti semakin dekat dengan Allah. Ini adalah cerminan dari ilmu yang tidak berkah.
Berkah itu maknanya kebahagiaan. Orang berbahagia itu sering diukur hanya dari ukuran fisiknya. Benarkah demikian? Dalam pandangan agama, tanda-tanda kebahagiaan tidak selalu yang tampak secara dhahir. Karena tampilan lahiriah sejumlah orang bisa saja seolah bahagia, tapi batin mereka menderita.

Sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan istri-istri yang dapat menentramkan jiwa dan menciptakan kasih sayang antara keduanya. Kebahagian rumah tangga bukan terletak pada kecantikan istri atau kekayaan suami. Misalnya, apa iya kalau punya istri cantik terus berbahagia. Mungkin iya, tetapi mungkin saja tambah pusing. Belum tentu mendapat kebahagiaan. Betapa banyak pasangan cantik rupawan yang justru berakhir pada perceraian. Bahkan rata-rata penggugat datang dari perempuan. Ini bukti bahwa mereka tidak bahagia. Karena itu, hal yang bersifat dhahir menarik tidak menjamin rasa bahagia.
Standar untuk menilai kebahagiaan keluarga tidak dilihat dari harta apa yang dimiliki, tetapi apakah suami istri tersebut memiliki akhlak yang baik. Jika mereka memiliki akhlak yang mulia, insyaallah mereka akan berbahagia.
Meraih Keberkahan Hidup bisa kita raih dengan senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata’ala seraya terus menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, seperti syukur, qana’ah, gemar bersedekah, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain.
Semoga bermanfaat.
#from,nafis3d_darul ulum banda aceh


Read More

Rabu, 30 November 2016

hidup indah

hidup indah

apa itu hidup ???
menurut ku. hidup adalah kesempatan untuk kita,yang di berikan oleh ALLAH kepada umat manusia untuk mencari amal ibadah dan perbuatan yang tidak di larang oleh nya dan meninggalkan segala larangan nya,selama di dunia.
  
   tapi bagaimana dengan orang yang mempergunakan hidup untuk melakukan hal yang senonoh,maksiat dll
sangat rugi kan??

   oleh karena itu selama nafas ini masih berjalan, selama nyawa masih memihak,gunakan sebaik mungkin.
nyawa hanya satu.dan apabila nyawa itu hilang maka tak kembali lagi.


#goodlife
#ma'an najah
#innallaha ma'akun
#from nafis 3D DU banda aceh.ma'an-najah



Read More

Rabu, 23 November 2016

akan kah engkau mengingat

akan kah kau mengigat??

lembut alun sutra yang harum
selepas kasih yang di tutur kan kepada mu

apa yang ia beri?
dan apa yang engkau balas?
terlintas kah di benat mu

ingin kah kau mencium nya!!
ingin kah kau memeluk nya dengan kasih sayang

pikir kan !!
berliter liter keringat ia keluarkan 
demi anak nya yang ia sayangi

ia tidak akan mengungkit!
kasih nya terhadap dirimu!
kasih yang kelembutan nya melebihi kelembutan sutra-

                                                    
                     
                                 from nafis_3ddarul ulum(ma'an_najah)




Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Facebook

Ads 468x60px

Featured Posts

Search This Blog

Like This Theme

Recent Posts

Video Of Day

Sample text

Text Widget

About Us

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Social Icons

Subscribe

Pinterest Gallery

Recent Comments

featured Slider

Pages

About

Popular Posts